Software as A Service (SaaS) Akan Menjadi Solusi Komputasi Awan Yang Terpenting

Pesatnya pertumbuhan dunia teknologi menjadikan gagasan
komputasi awan menjadi terdengar sangat mutakhir. Berbagai macam solusi telah
hadir untuk mengakomodir kebuthan masyarakat seperti: Infrastructure as a
Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS).
Dalam pengamatan InfoWorld,
SaaS diproyeksikan akan menjadi yang paling dominan.
Hal ini tentunya mematahkan argumen bahwa IaaS akan menjadi
tulang punggung di komputasi awan masa depan. Karena dinyatakan bahwa IaaS
menjadi bagian yang paling mendasar dalam berbagai lapisan teknologi nantinya, atau
mungkin beberapa bisnis membutuhkan kemampuan "scaling" otomatis guna
mengantisipasi lonjakkan traffic maupun kebutuhan teknis dalam kasus tertentu,
seperti flash sale pada marketplace contohnya.
Tren komputasi awan secara singkat
adalah mengurangi penggunaan perangkat keras on-premise dan menjalankan layanan
di infrastruktur milik orang lain. Namun masih banyak praktisi IT yang masih
membutuhkan infrastruktur untuk lingkup kerjanya yang termasuk implementasi,
keamanan, dan data. IaaS dan PaaS mampu menjadi solusi tersebut. Singkatnya
SaaS memudahkan keseluruhan proses tersebut sehingga menciptakan efisiensi yang
jauh lebih tinggi lagi.
Di India, di mana perilaku pasar
teknologinya cenderung menyerupai Indonesia, juga telah memperkirakan hal yang
serupa. TheHindu
mengatakan pasar SaaS di India diproyeksikan akan meningkat tiga kali lipat
menjadi senilai $1 miliar (sekitar Rp 13,5 triliun) di tahun 2020. Tingginya
permintaan ini merupakan dampak dari banyaknya unit bisnis yang berfokus pada
layanan berbasis SaaS. Riset diambil dari 150 perusahaan
di segmen bisnis SaaS, di mana sekitar 50% dari perusahaan-perusahaan tersebut
dikategorikan sebagai perusahaan rintisan (startup).
Secara global, pasar SaaS
diperkirakan senilai $31 miliar pada 2015, dan diproyeksikan akan bertumbuh 18%
per tahun hingga $72 miliar di tahun 2020 nanti.


