Industri Kesehatan Yang Semakin Akrab Mengadopsi Komputasi Awan
Tren digitalisasi dapat dengan mudah diadopsi oleh industri
yang bergerak di bidang jasa maupun produk virtual, tidak seperti bisnis
manufaktur yang membutuhkan barang fisik sebagai komoditasnya. Namun tidak
seperti sektor pada umumnya, sektor kesehatan (healthcare) teregulasi dengan
ketat yang tidak bisa dengan mudah menyerap inovasi baru yang kemungkinan
berbenturan dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Tidak mudah bukan
berarti tidak mungkin, menurut NetworkWorld
penggunaan cloud di industri kesehatan 46.7% dari 150 penyedia layanan
healthcare akan meningkat untuk kepentingan operasional.
Perkiraan tersebut dikemukakan berdasarkan riset yang
dilakukan oleh Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS)
bahwa adopsi cloud untuk operasional back-office dari penyedia jasa healthcare
tahun ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Penggunaannya
yang paling populer adalah untuk pertukaran informasi kesehatan (Health
Information Exchange).
Dari grafik tersebut juga dapat terlihat bahwa kecenderungan
pemanfaatan cloud untuk menganalisis big data cukup besar. Jika ingin
meramalkan, layanan interaksi pasien akan memanfaatkan gagasan teknologi
Internet of Things untuk meningkatkan kualitas layanan, kesigapan, dan nilai
lebih lainnya.
Kembali ke prospek jangka pendek, pemanfaatan layanan cloud hosting dalam sektor saat ini nampaknya
tetap akan berfokus pada dukungan kinerja finansial, operasional, aplikasi SDM,
arsip data, web hosting, email hosting,
dan kelanjutan bisnis & penanggulangan bencana. Meskipun begitu, jejak
rekam pasien yang sensitif sepertinya tidak akan mengarah ke sana.
Semakin akrabnya penggunaan teknologi cloud dalam percobaannya
dengan penunjang kerja seperti yang telah disebutkan, tentunya akan memudahkan
transisi ketika cloud akan menjadi teknologi yang krusial untuk berkembang demi
keselamatan nyawa manusia.


